Selasa, 03 Maret 2015

Indra Ke Enam

Kadang saya merasa ada yang aneh sejak seminggu sebelum kepergian Bapak,
diawali dengan datangnya mimpi buruk yang akan kehilangan seseorang yang saya sayangi
sampai akhirnya kejadian itu menjadi nyata.

Suatu malam ada kejadian dirumah saya, listrik di daerah rumah ada yang korslet dan hampir saja mengalami kebakaran, untungnya segera ditanggani oleh pihak PLN, dan saat itu listrik mati total sampai keesokan harinya.
Esok harinya saat saya pulang dari kantor saya sempat melihat gardu listrik itu sedang diperbaiki oleh petugas PLN, saat saya melintasi gardu itu tanpa sadar saya menoleh dan dalam hati saya berkata "belum benar, nanti kejadian lagi" ( yang artinya nanti malam akan terjadi hal serupa yaitu listrik akan menggalami korslet kembali )

Dan benar itu terjadi kembali!!!

Selanjutnya saat saya melakukan touring ke Pantai Ujung Genteng, Pemimpin jalan mengendarai motornya sangat kencang menurut saya, padahal jalan disana tidaklah terlalu lebar dan jalan itu berliku-liku, banyak bus besar dan truck.
Sampai saya bilang jangan terlalu cepat mengendarainya, tapi tetap saya pemimpin itu mengendarai motornya dengan cepat/ngebut.
Sampai akhirnya kami beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan mencari bensin, disitu saya hanya diam saja karna saya saat itu marah sekali, dan tanpa disadari hati saya berkata "nanti akan ada yang jatuh"
setelah selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan kembali, kira2 10 menit saya mendengar suara yang sangat kencang sekali.. kami putar balik mencari suara itu, akhirnya kami melihat teman kami terkapar.

Terjadi kembali!!!

Dan terakhir kejadian tahun kemarin di Banjarmasin, saat saya pulang kantor saya diboncengi teman naik motor saat itu gerimis dan jalanan penuh dengan pengendara mobil dan motor, saat melintasi jembatan, disitu sedikit macet tiba-tiba dari belakang ada bunyi klakson dari pengendara motor yang dikendarai oleh seorang ibu-ibu gendut dengan bawaan barang yang banyak dijok belakang. si ibu itu mendahului kami sambil menggerutu "leletnya" saya dan teman saya hanya memandang ibu itu sambil kita ngedumel juga.. hehe kita bilang "sabar bu"
tiba-tiba tanpa disadari dalam hati saya berkata "jatuh"
sampai akhirnya terjadi kemacetan kembali di jalan dekat rumah saya, dan ternyata saya lihat ibu itu sedang ditolong orang lain untuk berdiri dan dibibirnya ada darah. 
ternayat ibu itu habis jatuh..

Terjadi kembali!!!

Rasanya saya tidak percaya, kenapa perkataan hati saya mendatangkan keburukan ???
mungkin itu hanya kebetulan saja, dan pas dengan situasinya..
kadang klo saya sengaja menggucapkan keburukan untuk orang lain justru itu tidak terjadi sama sekali.
itu yang bikin saya bingung!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar